Beranda blog

Diduga Pengedar Sabu, Warga Pancoran Dicokok Polisi

1784696982808

BONDOWOSO, Lagi-lagi Jajaran satuan reserse narkoba (Sat Reskoba) Polres Bondowoso mencokok Zainullah Bin Senol (30). Pasalnya ia diduga sebagai pengedar serbuk kristal atau sabu.

Zainullah warga dusun Widoro, Desa Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur ini bertekuk lutut saat dicokok petugas, betapa tidak ia ketahuan menyembunyikan sabu didalam saku depan celananya.

Iptu Hadi Sukisman,Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso mengatakan, Senol diamankan di jalan dusun Widoro, Desa Pancoran, Kecamatan kota Bondowoso,Rabu (3/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikann adanya pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Dengan ciri-ciri sesuai dengan tampilan fisik pelaku.

1791899701721

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan penggeledahan,ditemukan pada saku celana depan bungkusan plastik kecil yang berisi sabu.

“Dari Zainullah berhasil diamankan beberapa barang bukti, yaitu satu paket sabu yang dibungkus klip plastik disolasi. Serta uang tunai Rp 350 ribu dan satu HP,” kata Iptu Hadi, Kamis (4/7/2019).

Diterangkan bahwa berdasarkan barang bukti yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” katanya.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, serta penyidikan Zainullah diamankan di Mako Polres Bondowoso, setelah nanti berkas lengkap atau P21 akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

ilustrasi-stop-pungli

Diterjang Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Besuki Situbondo Ambruk

1784696982808

Situbondo – Hujan lebat yang disertai hembusan angin kencang di Kecamatan Besuki telah memporak porandakan dapur rumah warga yang bernama Samawi (55). Rumah Sanawi yang berlokasi di Rt 03, Rw 01, Dusun Mandar, Desa Belimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur tepat pukul 03.00 dini hari, Jumat, (8/3).


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online ini di lapangan menyebutkan bahwa, panjang rumah 5 meter dan lebar 6 meter yang berpenghuni 5 jiwa tersebut hancur pada bagian dapurnya.
“Untung saja kelima penghuni rumah itu selamat meski dalam keadaan tertidur lelap,” ujar Sonata, anggota tim Paskalis BPBD Situbondo, Jumat, (8/3).

1791899701721


Sonata menambahkan bahwa kerugian yang dialami korban yakni diperkirakan sekitar Rp 15 juta. (ans)

ilustrasi-stop-pungli

MoM Bondowoso–Kamerun Jadi Langkah Awal, Manfaat Nyata bagi Masyarakat

1784696982808

BONDOWOSO – Penjajakan kerja sama internasional antara Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan sejumlah pemerintah daerah di Kamerun, Afrika Tengah, mulai memasuki tahap awal. Penandatanganan Minutes of Meeting (MoM) atau notulen rapat menjadi langkah pembuka untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga teknologi finansial.

Pertemuan bertajuk Meeting on the Exploration of Potential Cooperation Between the Regent of Bondowoso, Indonesia, and the Mayors of Participating Local Governments in Cameroon tersebut berlangsung di Ruang Paringgitan, Pendopo Bagus Asra, Bondowoso, Senin (19/10/2026).

Bupati Bondowoso, Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menandatangani MoM yang mencatat hasil pembahasan dan menjadi bahan untuk menindaklanjuti peluang kerja sama. Dokumen tersebut juga berkaitan dengan keperluan internal dan diplomatik di lingkungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaoundé, Kamerun.

Meski menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi lintas negara, penandatanganan MoM ini belum serta-merta berarti seluruh rencana kerja sama telah disepakati atau direalisasikan. Tahap selanjutnya adalah membahas potensi yang paling relevan, menyelaraskan kepentingan kedua pihak, dan merumuskan bentuk kolaborasi yang dapat dijalankan.

Pertanian hingga Teknologi Finansial Jadi Bidikan

Diplomat KBRI Yaoundé, Tomy Lutvan Abqary, menyampaikan bahwa hasil pertemuan yang dituangkan dalam notulen tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan lebih konkret. Peluang kerja sama akan bergantung pada kesepakatan dan kesesuaian kebutuhan para pihak.

“Kami membuka platform untuk berdiskusi, terutama dengan Bupati Bondowoso beserta jajarannya, untuk bersama-sama mencari common ground atau titik temu mengenai sektor apa saja yang dapat dikerjasamakan,” ujar Tomy.

Menurutnya, peluang kolaborasi tidak terbatas pada perdagangan. Sejumlah bidang lain juga berpotensi dibahas, meliputi pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hubungan antarmasyarakat, hingga pengembangan sektor bisnis.

Di bidang ekonomi, pertanian, perikanan, dan teknologi finansial menjadi beberapa sektor yang dapat dijajaki lebih lanjut. Namun, penentuan sektor prioritas tetap membutuhkan pembahasan lanjutan agar kerja sama yang dibangun sesuai dengan potensi daerah dan kebutuhan masyarakat.

1791899701721

Bagi Bondowoso, penjajakan tersebut membuka peluang untuk memperluas jejaring internasional, mengenalkan potensi unggulan daerah, serta mencari kesempatan pengembangan ekonomi melalui pertukaran pengetahuan, perdagangan, maupun investasi.

Kendati demikian, peluang tersebut masih perlu diterjemahkan menjadi rencana yang terukur. Kejelasan program, mekanisme pelaksanaan, dukungan para pihak, dan sasaran penerima manfaat akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan kerja sama.

Bupati Berharap Ada Tindak Lanjut Nyata
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Dr. KH. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyatakan terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ia berharap penandatanganan MoM tidak berhenti sebagai dokumen administratif atau seremoni diplomatik, tetapi berlanjut menjadi program konkret yang membawa manfaat bagi Kabupaten Bondowoso.
“Alhamdulillah, semoga MoM ini ada tindak lanjutnya untuk masyarakat Bondowoso,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya tindak lanjut setelah penjajakan awal. Sebab, ukuran keberhasilan kerja sama internasional bukan semata terjalinnya komunikasi antarpemerintah, melainkan juga kemampuan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Jika pembahasan berikutnya menghasilkan kesepakatan yang konkret, kolaborasi Bondowoso dengan pemerintah daerah di Kamerun berpotensi membuka ruang baru bagi pengembangan sektor unggulan, peningkatan kapasitas, dan perluasan peluang ekonomi.

Kini, perhatian tertuju pada langkah lanjutan setelah penandatanganan MoM. Masyarakat tentu menantikan agar penjajakan tersebut berkembang menjadi kerja sama yang jelas arah dan hasilnya, sekaligus memberi nilai tambah bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Bondowoso.

 

ilustrasi-stop-pungli

Bondowoso Jajaki Kerja Sama dengan Afrika Tengah, Tomy Lutvan Abqary: Kami Buka Jalan Kolaborasi dan Investasi

1784696982808

 

Pertanian, Perikanan hingga Teknologi Finansial Jadi Bidikan

BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menjajaki peluang kerja sama internasional dengan sejumlah pemerintah daerah Kamerun, Afrika Tengah. Melalui pertemuan diplomatik yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaounde, peluang kolaborasi di sektor pertanian, perikanan, investasi, pendidikan, hingga pariwisata menjadi bahasan strategis untuk memperluas jejaring ekonomi daerah.

Pertemuan bertajuk “Meeting on The Exploration of Potential Cooperation Between The Regent of Bondowoso, Indonesia and The Mayors of Participating Local Governments in Cameroon” tersebut berlangsung di Ruang Paringgitan, Pendopo Bagus Asra, Bondowoso, Senin (19/10/2026).

Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, bersama jajaran pemerintah daerah menerima rombongan yang didampingi Tomy Lutvan Abqary, diplomat yang bertugas di KBRI Yaounde, Kamerun.
Pertemuan ini menjadi ruang penjajakan untuk menemukan kesamaan potensi dan kepentingan antara Bondowoso dengan sejumlah pemerintah daerah di Kamerun.

Harapannya, komunikasi diplomatik tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Tomy: Cari Titik Temu untuk Kerja Sama Nyata

Tomy Lutvan Abqary menegaskan, KBRI Yaounde berupaya menjadi penghubung antara pemerintah daerah di Indonesia dan mitra potensial di kawasan Afrika Tengah. Langkah tersebut dilakukan dengan membuka ruang dialog agar masing-masing pihak dapat mengenali potensi dan kebutuhan yang bisa disinergikan.

“Kami membuka platform untuk berdiskusi, terutama dengan Bupati Bondowoso beserta jajarannya, untuk bersama-sama mencari common ground atau titik temu mengenai sektor apa saja yang dapat dikerjasamakan,” ujar Tomy .

Menurutnya, peluang kerja sama tidak terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hubungan antarmasyarakat, hingga pengembangan sektor bisnis.

“KBRI terus menjajaki berbagai sektor, baik bisnis, pemerintahan, kesehatan, hubungan antarmasyarakat, universitas, maupun bidang lainnya, untuk mendorong kerja sama antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Afrika Tengah,” jelasnya.

Tomy juga menyampaikan bahwa KBRI Yaounde relatif baru beroperasi, yakni sekitar dua setengah tahun. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk terus memperluas hubungan dan menggali potensi kemitraan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Pertanian, Perikanan hingga Teknologi Finansial Jadi Bidikan

Sejumlah sektor potensial menjadi bahan pembahasan dalam penjajakan kerja sama tersebut. Di bidang pertanian, peluang kolaborasi dapat mencakup komoditas pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian, pupuk, serta benih berkualitas.

Sektor perikanan, teknologi finansial (financial technology atau fintech), ekowisata, transportasi, dan pengelolaan perkotaan serta sampah juga masuk dalam daftar bidang yang berpotensi dikembangkan.

Selain itu, industri karet beserta produk turunannya dan produk rambut palsu (wig) turut disebut sebagai peluang komoditas yang dapat dijajaki.

1791899701721

Tomy menjelaskan, peran KBRI adalah menjembatani komunikasi dan membantu membuka jalan bagi pembahasan teknis antara pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan.

“Tugas kami adalah menjembatani dan membangun momentum kerja sama, kemudian menyiapkan konsep tindak lanjut teknis antara pemerintah daerah yang terlibat,” ungkapnya.

Penjajakan tersebut menjadi penting karena peluang kerja sama internasional membutuhkan langkah lanjutan, mulai dari pemetaan potensi, pencocokan kebutuhan pasar, hingga identifikasi mitra yang siap bekerja sama.

83 Delegasi dan Jejaring Lintas Sektor
Dalam pemaparan mengenai rangkaian kegiatan kerja sama tersebut, disebutkan terdapat 83 delegasi dari negara-negara Afrika Tengah dengan latar belakang beragam, antara lain pelaku usaha, pejabat pemerintah, unsur pemerintah daerah, perwakilan kementerian, serta kalangan perguruan tinggi.

Rangkaian kegiatan mencakup business matching, forum bisnis, forum investasi, dan pertemuan dengan pemerintah daerah yang menjadi bagian dari agenda kunjungan.

Lima perguruan tinggi yang disebut terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut ialah Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Pancasila, Universitas Pertamina, dan Universitas Nurul Jadid di Probolinggo.

Tomy Lutvan Abqary yang juga putra pasangan bupati Bondowoso Dr. KH.Abdul Hamid Wahid ,M.Ag , dan Dr. Hj. Khodijatul Qodriyah, S.Ag., M.M.Pub., M.Si. menyampaikan bahwa, keterlibatan unsur pemerintah, bisnis, dan akademisi diharapkan memperluas peluang kemitraan, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga dalam pendidikan, pengembangan teknologi, serta pertukaran pengetahuan.

KBRI Yaounde Menjangkau Enam Negara
Tomy menerangkan bahwa selain Kamerun, KBRI Yaounde juga memiliki cakupan akreditasi di lima negara lain di kawasan Afrika Tengah, yakni Gabon, Republik Kongo, Chad, Republik Afrika Tengah, dan Guinea Khatulistiwa.

Dengan cakupan tersebut, KBRI Yaounde berperan dalam mengelola hubungan bilateral Indonesia dengan enam negara di kawasan, termasuk Kamerun sebagai negara tempat perwakilan diplomatik itu berkedudukan.

Menurut Tomy, kondisi tersebut membuka ruang lebih luas bagi penjajakan hubungan ekonomi, perdagangan, pendidikan, dan kerja sama antarpemerintah daerah.
Tantangan Bondowoso: Menindaklanjuti Peluang

Bagi Bondowoso, pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menjajaki kemungkinan memperluas akses pasar ke tingkat internasional.

Namun, peluang yang dibicarakan perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret. Pemetaan komoditas unggulan, kajian kebutuhan pasar, identifikasi mitra, serta penyusunan agenda teknis menjadi bagian penting agar penjajakan tidak berhenti pada pertemuan diplomatik.

Kerja sama yang berkelanjutan juga membutuhkan kejelasan bidang prioritas, kesiapan pelaku usaha, dan kesepakatan kedua belah pihak.

Melalui fasilitasi KBRI Yaounde, Bondowoso diharapkan dapat membangun jejaring internasional yang lebih luas sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi daerah.

Pertemuan di Pendopo Bagus Asra tersebut menjadi langkah awal untuk menghubungkan potensi lokal dengan peluang lintas negara. Tahap berikutnya akan menentukan sejauh mana komunikasi diplomatik ini dapat diwujudkan menjadi kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

ilustrasi-stop-pungli

Ady Kriesna Sebut Grand Champions Bahlil Mini Soccer, Sportivitas Pelajar Jadi Nilai Penting

1784696982808

SURABAYA – Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, mengapresiasi penyelenggaraan Grand Champions Bahlil Mini Soccer bertajuk Asyik Menuju Puncak.

Kompetisi sepak bola antarpelajar tersebut dinilai menjadi wadah positif untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, serta menanamkan nilai sportivitas kepada generasi muda.

Ady Kriesna mengikuti jalannya pertandingan final yang mempertemukan SMAN 3 Bojonegoro dengan SMAN Ngoro Jombang di Lapangan THOR, Surabaya, Minggu (18/10/2026). Pertandingan berlangsung kompetitif hingga SMAN 3 Bojonegoro memastikan gelar juara edisi perdana dengan kemenangan 4-2.
Draf kutipan untuk dikonfirmasi kepada Ady Kriesna:

“Menurut saya, Grand Champions Bahlil Mini Soccer merupakan kegiatan yang sangat positif bagi para pelajar. Kompetisi ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana para peserta belajar menjunjung sportivitas, membangun kekompakan, dan menghargai lawan. Saya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ujar Ady Kriesna.

Menurut Kriesna , kompetisi olahraga antarpelajar memiliki arti lebih dari sekadar perebutan gelar juara. Lapangan pertandingan menjadi tempat bagi siswa untuk belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta sikap menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga.

Pembinaan sejak usia sekolah, lanjut dalam draf pesan yang perlu dikonfirmasi, juga penting untuk membuka peluang lahirnya atlet-atlet muda berprestasi sekaligus membentuk generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki karakter kuat.
SMAN 3 Bojonegoro Tampil Gemilang di Partai Final

1791899701721

Dalam pertandingan final, SMAN 3 Bojonegoro menunjukkan permainan agresif dan kerja sama tim yang solid. Mereka mampu mengatasi tekanan SMAN Ngoro Jombang yang sejak awal berusaha mengambil inisiatif melalui pressing ketat.

Nawval Airlangga S., pemain bernomor punggung 7, menjadi salah satu sosok penting dalam kemenangan Bojonegoro. Ia mencetak dua gol pada babak pertama dan melengkapi torehan tiga gol atau hattrick hingga pertandingan berakhir.

Satu gol lainnya pada babak pertama disumbangkan Wildan Abdurrasyid, pemain bernomor punggung 9. Sementara itu, SMAN Ngoro Jombang mampu membalas dengan dua gol sehingga babak pertama ditutup dengan keunggulan SMAN 3 Bojonegoro 3-2.

Memasuki babak kedua, SMAN 3 Bojonegoro tetap menjaga intensitas serangan. Konsistensi permainan tersebut mengantarkan mereka menutup pertandingan dengan skor 4-2 sekaligus memastikan diri sebagai juara pertama Grand Champions Bahlil Mini Soccer.
Kompetisi Pelajar Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda

Penyelenggaraan Grand Champions Bahlil Mini Soccer diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendorong perkembangan olahraga di kalangan pelajar. Kompetisi semacam ini tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga mempererat persaudaraan antarsekolah.

Nilai penting dari sebuah kompetisi bukan semata-mata terletak pada kemenangan. Semangat berjuang, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan penghormatan terhadap lawan merupakan pelajaran yang dapat dibawa para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pembinaan dan penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan, ajang olahraga antarpelajar diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda sekaligus membangun generasi yang menjunjung tinggi sportivitas.

ilustrasi-stop-pungli

Golkar Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Sopir di Surabaya, Kisah Bahlil Jadi Inspirasi

1784696982808

SURABAYA – Partai Golkar menyalurkan ratusan paket sembako kepada para sopir angkutan kota (angkot) atau yang dikenal sebagai sopir len di Terminal Joyoboyo, Surabaya, Minggu (18/10/2026).

Bantuan tersebut tak sekadar menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga membawa pesan motivasi tentang pentingnya kerja keras dalam meraih kesuksesan.

Kisah Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang pernah bekerja sebagai sopir angkot saat muda menjadi salah satu latar belakang kegiatan tersebut.

Pengalaman hidup Bahlil diharapkan dapat menginspirasi para sopir dan keluarga mereka agar tidak menyerah dalam memperjuangkan masa depan.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Arif Fathoni, yang akrab disapa Toni, mengatakan penyaluran bantuan tetap dilaksanakan meski agenda Bahlil untuk menyapa langsung para sopir len harus ditunda. Bahlil, kata dia, dipanggil Presiden untuk membahas persoalan bangsa.

“Pak Bahlil di masa mudanya pernah menjadi sopir angkot. Hari ini, alhamdulillah, beliau dipercaya Presiden menjadi menteri dan Ketua Umum Partai Golkar,” kata Toni.

Menurut Toni, perjalanan karier Bahlil menunjukkan bahwa latar belakang pekerjaan dan kondisi ekonomi keluarga tidak semestinya menjadi penghalang untuk memiliki cita-cita besar. Dengan kerja keras, tekad, dan kegigihan, setiap orang memiliki peluang untuk memperbaiki kehidupannya.

1791899701721

Ia juga berharap kisah tersebut dapat memotivasi anak-anak para sopir angkot di Jawa Timur agar berani bermimpi dan terus berusaha mewujudkan cita-citanya.

“Kita ingin memberikan pesan kepada anak-anak sopir angkot se-Jawa Timur agar jangan pernah patah arang dalam menggapai cita-cita. Dengan kerja keras, anak sopir sekalipun bisa menjadi orang sukses di Republik yang kita cintai ini,” ujarnya.

Toni menjelaskan, penyaluran 200 paket sembako merupakan bentuk perhatian Partai Golkar kepada para sopir len yang setiap hari melayani kebutuhan transportasi masyarakat.

Di tengah aktivitas mencari nafkah, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari para penerima.

Lebih dari itu, Golkar ingin menyampaikan pesan bahwa profesi orang tua bukanlah batas bagi masa depan anak-anak mereka. Kisah Bahlil, menurut Toni, menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu dimulai dari kondisi yang mudah.

Meski Bahlil belum dapat hadir langsung di Terminal Joyoboyo, penyaluran bantuan tetap berlangsung sesuai rencana. Hingga kegiatan tersebut dilaksanakan, belum ada informasi mengenai jadwal pengganti agenda Bahlil untuk bertemu dan menyapa para sopir len di Surabaya.

ilustrasi-stop-pungli

BORONG 22 PENGHARGAAN DI BANYUWANGI! SDN DABASAH 1 DAN SDN KOTA KULON 1 HARUMKAN NAMA BONDOWOSO

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar Kabupaten Bondowoso dalam ajang Ijen Marching Festival (IMF) IV 2026 di Banyuwangi. Dua sekolah dasar (SD), yakni SDN Dabasah 1 dan SDN Kota Kulon 1, berhasil membawa pulang puluhan penghargaan dari kompetisi marching band yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan pelajar tidak hanya diukur dari prestasi akademik. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, para siswa juga mampu mengasah disiplin, kreativitas, kekompakan, serta keberanian berkompetisi di tingkat luar daerah.

Pimpinan DPRD Bondowoso dari Fraksi PDI Perjuangan, Sinung Sudrajad, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian kedua sekolah tersebut. Menurutnya, keberhasilan para siswa menunjukkan bahwa pembinaan bakat di luar ruang kelas mampu melahirkan prestasi yang patut diperhitungkan.

“Ini sangat membahagiakan. Prestasi bukan hanya di bidang akademik. Anak-anak Bondowoso melalui ekstrakurikuler marching band juga mampu meraih kejuaraan di luar kota,” tegas Sinung, Senin (19/10/2026).

SDN Dabasah 1 Bawa Pulang Lima Piala
Salah satu prestasi membanggakan datang dari Qaisa Nazanin Zamalia Priyadi, anggota DMT Bondowoso yang berasal dari SDN Dabasah 1.

Ia berhasil meraih Juara II kategori Individual Contest Field Commander Junior B dalam IMF IV 2026.Kategori tersebut menguji kemampuan peserta sebagai komandan lapangan tingkat junior, termasuk kepemimpinan, ketepatan komando, dan penguasaan penampilan dalam sebuah kompetisi marching band.

“Jadi, Qaisa itu juara dua kategori Individual Contest untuk Field Commander Junior B,” ujar Sinung saat dikonfirmasi.

Tak hanya prestasi individu, kontingen Gita Amarta juga menorehkan hasil membanggakan dengan membawa pulang lima penghargaan, yakni Juara I Mini Show Night, Juara II Street Parade, Juara I Best Mascot, Juara III Best Colour Guard, dan Juara III Best Music.

Deretan capaian tersebut menjadi hasil dari kerja keras para siswa yang menjalani latihan, membangun kekompakan, serta mempersiapkan penampilan untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah.

Bagi SDN Dabasah 1, prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi, rasa percaya diri, dan kemampuan bekerja dalam tim.

SDN Kota Kulon 1 Ukir Prestasi di Berbagai Kategori

Sementara itu, SDN Kota Kulon 1 juga tampil menonjol dengan meraih penghargaan di berbagai kategori kompetisi. Prestasi yang dilaporkan meliputi Street Parade, Colour Guard, musik dan visual, Mini Show, Marching Show, hingga Concert Show Band.
Di antara capaian tersebut, SDN Kota Kulon 1 meraih Juara III Street Parade, Juara I Colour Guard Street Parade, Juara II Musik dan Visual Street Parade, serta Juara Harapan II Mini Show.

1791899701721

Sekolah ini juga memperoleh Juara II Marching Show Music, Juara II Marching Show, Juara II Concert Show Band, dan Juara II Colour Guard Contest.

Prestasi lainnya mencakup Juara I Marching Show Visual Effect, Juara II Concert Show Band Visual, Juara II Colour Guard Marching Show, Juara III Best Mascot, serta Juara III Best Supporter.Pada kategori favorit dan individual, penghargaan juga diraih oleh Gita Cita Melati dan Ameera Pradnya.

Gita Cita Melati meraih Juara II Favorit, sedangkan Ameera Pradnya meraih Juara II Favorit Individual Contest. Keduanya juga disebut dalam kategori Individual Contest Field Commander.

Capaian di sejumlah kategori tersebut menunjukkan luasnya aspek yang dinilai dalam kompetisi marching band. Bukan hanya kemampuan bermusik, tetapi juga ketepatan gerakan, visualisasi, penampilan kelompok, kreativitas, serta dukungan tim.

Sinung: Terima Kasih kepada Guru, Pelatih, dan Orang Tua

Sinung menilai keberhasilan kedua sekolah tersebut tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Di balik piala yang dibawa pulang, terdapat proses latihan, kedisiplinan, serta pendampingan yang membutuhkan komitmen dari siswa, guru, pelatih, dan orang tua.

“Sangat-sangat bersyukur. Dalam satu event, putra-putri Bondowoso berhasil membawa pulang kurang lebih 22 penghargaan dari dua SD,” ungkapnya.

Ia berharap pencapaian tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pemicu bagi sekolah dan pihak terkait untuk semakin serius mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler.

Menurutnya, pembinaan bakat perlu terus diperkuat agar semakin banyak pelajar Bondowoso memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan berkompetisi di tingkat regional maupun nasional.

Sinung juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dewan guru, pelatih, dan orang tua yang telah memberikan dukungan kepada para siswa selama persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.

“Terima kasih kepada semua dewan guru, pelatih, dan orang tua yang telah memberikan dukungan luar biasa dalam ajang bergengsi tersebut,” pungkasnya.

Prestasi SDN Dabasah 1 dan SDN Kota Kulon 1 di Banyuwangi menjadi catatan positif bagi dunia pendidikan Bondowoso. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi pembinaan agar keberhasilan di atas panggung kompetisi dapat berlanjut menjadi tradisi prestasi bagi generasi pelajar berikutnya.

ilustrasi-stop-pungli

Ahmad Dhafir Semprot Birokrasi: Kepala OPD Jangan Bangga Jadi Pejabat Tapi Harus Paham Tugasnya

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, melontarkan kritik pedas terhadap pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai belum sepenuhnya memahami hakikat jabatan sebagai amanah untuk melayani masyarakat.

Menurutnya, jabatan bukan sekadar posisi yang patut dibanggakan, melainkan tanggung jawab yang menuntut koordinasi, kepekaan, dan kecepatan dalam merealisasikan pembangunan.

Kritik tersebut mengemuka saat Ahmad Dhafir menyoroti pentingnya kesamaan orientasi antara pimpinan daerah dan jajaran birokrasi.

Ia menegaskan, setiap pejabat yang menerima amanah dari bupati untuk memimpin OPD jangan hanya bangga jadi pejabat tetapi harus memahami bahwa tujuan utama jabatan tersebut adalah memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

“Jangan hanya bangga dengan jabatan. Para pejabat harus memahami bahwa jabatan yang diberikan oleh bupati itu merupakan amanah. Semuanya bermuara pada koordinasi yang baik,” tegas Ahmad Dhafir ,Sabtu ,17/10/2026.

Pernyataan itu menjadi sorotan karena menyentuh persoalan mendasar dalam tata kelola pemerintahan: sejauh mana jabatan birokrasi dijalankan sebagai tanggung jawab pelayanan publik, bukan sekadar kedudukan struktural.

Soroti Lambannya Proses Administrasi Pembangunan

Ahmad Dhafir juga menyinggung proses evaluasi gubernur terhadap perubahan APBD yang, menurut penjelasannya, belum kunjung turun meskipun waktu terus berjalan.

Ia menyebut ketentuan yang dipahaminya memberikan batas waktu evaluasi paling lama 14 hari, sementara proses yang ia soroti disebut telah mendekati satu bulan.
Kondisi tersebut mendorongnya menyampaikan kritik secara terbuka.

Ia menegaskan, pernyataannya bukan semata-mata untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai pengingat agar seluruh pihak memahami tanggung jawab dan segera mengambil langkah sesuai kewenangannya.

Bagi Ahmad Dhafir, persoalan administrasi tidak boleh dipandang sebagai urusan dokumen belaka. Ketika proses berjalan lambat, pelaksanaan program pembangunan berpotensi ikut tertunda.

Dampaknya, masyarakat harus menunggu lebih lama untuk menikmati hasil pembangunan yang telah direncanakan.
Tak Ingin Pembangunan Terhambat hingga Akhir Tahun

Dalam penjelasannya, Ahmad Dhafir mengungkapkan bahwa evaluasi gubernur setelah dikeritikmya baru ada yang menyampaikan sudah diterima.

1791899701721

“Jadi aneh kan apa dikira saya tidak mengikuti ,” tegasnya.

Ia mengaku ,segera mengatur penerbitan surat keputusan pimpinan dan meminta sekretariat DPRD menindaklanjutinya.

Ia bahkan menyebut penandatanganan dokumen dilakukan pada Sabtu dan Minggu. Langkah tersebut, menurutnya, diambil karena waktu pelaksanaan anggaran terbatas dan masyarakat menunggu realisasi pembangunan.
“Kenapa? Karena rakyat menunggu,” ujarnya.

Ahmad Dhafir juga mengingatkan pengalaman tahun anggaran 2025 ketika sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) disebut cukup besar.

Menurutnya, besarnya SiLPA tidak selalu berarti uang sengaja disimpan, tetapi dapat terjadi karena pekerjaan dan penyerapan anggaran tidak selesai sesuai waktu yang tersedia.

Ia menyoroti batas waktu penutupan kas pada akhir Desember sebagai salah satu faktor yang membuat pekerjaan yang terlambat berisiko tidak dapat dituntaskan dalam tahun anggaran berjalan.

Karena itu, ia menilai percepatan administrasi dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai jadwal. Proses birokrasi, menurutnya, harus mendukung pelaksanaan pembangunan, bukan justru menjadi penghambat.

Kritik sebagai Pengingat Tanggung Jawab
Pernyataan Ahmad Dhafir menempatkan tanggung jawab pejabat publik sebagai persoalan utama.

Jabatan yang diberikan melalui mekanisme pemerintahan, menurut pandangannya, harus diikuti pemahaman terhadap regulasi, kemampuan berkoordinasi, serta komitmen menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Namun, efektivitas percepatan pembangunan tetap harus berjalan sesuai aturan dan prosedur pengelolaan keuangan daerah. Kecepatan tidak boleh mengabaikan ketentuan hukum, sebagaimana prosedur juga tidak semestinya dijadikan alasan untuk membiarkan pekerjaan tertunda tanpa kejelasan.

Pada akhirnya, ukuran kinerja pejabat bukan sekadar jabatan yang disandang atau dokumen yang ditandatangani, melainkan sejauh mana amanah tersebut diterjemahkan menjadi pelayanan dan pembangunan yang dapat dirasakan masyarakat.

Kritik Ahmad Dhafir pun menjadi pengingat bagi jajaran birokrasi bahwa setiap keterlambatan perlu dievaluasi secara terbuka, dengan mengidentifikasi penyebab, pihak yang bertanggung jawab, dan langkah perbaikan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

ilustrasi-stop-pungli

Gus Tamim Kukuhkan 70 Pengurus DPC PKB Bondowoso, Keterwakilan Perempuan Lampaui Target 30 Persen

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, H. Ahmad Tamim, S.H.I., M.H., yang akrab disapa Gus Tamim, mengukuhkan sekitar 70 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Bondowoso di Graha NU Bondowoso, Sabtu (17/10/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan target partai untuk meraih 24 kursi pada Pemilu 2029.

Dalam keterangannya seusai pengukuhan, Gus Tamim menyampaikan bahwa penyusunan kepengurusan DPC PKB Bondowoso dilakukan dengan mengakomodasi kader partai.

Ia juga menegaskan pentingnya keterwakilan perempuan dalam struktur organisasi.

Menurut Gus Tamim, keterwakilan perempuan dalam kepengurusan tersebut telah melampaui angka 30 persen, sesuai dengan komitmen partai terhadap representasi gender.

“Perintahnya adalah tidak boleh ada satu kader pun yang tidak terakomodasi,” ujar Gus Tamim.

Ia menambahkan, pengukuhan kepengurusan bukan menjadi akhir dari proses penataan organisasi. Setelah struktur kepengurusan terbentuk, PKB Bondowoso akan melanjutkan agenda dengan rapat kerja untuk menyusun langkah organisasi hingga tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan.

“Bagi PKB, pemilu dimulai hari ini. Setelah dikukuhkan, langsung rapat kerja,” katanya.

Gus Tamim menjelaskan, penataan struktur kepengurusan dari tingkat pusat hingga ranting menjadi bagian dari upaya mempersiapkan organisasi menghadapi agenda politik mendatang.

1791899701721

Tahap berikutnya adalah menerjemahkan konsolidasi tersebut ke dalam program kerja yang dapat dijalankan di setiap tingkatan kepengurusan.
Target 24 Kursi, Gus Tamim Sebut Perlu Perencanaan

Terkait target DPC PKB Bondowoso untuk meraih 24 kursi pada Pemilu 2029, Gus Tamim menilai target tersebut perlu diikuti perencanaan dan kerja organisasi yang terukur.

Menurut dia, target itu telah melalui estimasi internal mengenai kekuatan partai di Bondowoso. Ia juga menyebut soliditas pengurus dan dukungan sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan pengukuhan sebagai bagian dari dinamika konsolidasi partai.

“Bukan sesuatu yang mustahil manakala prosesnya dijalankan sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.

Gus Tamim mengungkapkan, target yang sebelumnya berada pada angka 23 kursi kemudian disempurnakan menjadi 24 kursi dalam rapat koordinasi antara DPC dan jajaran pengurus terkait.

Meski demikian, angka tersebut merupakan target politik PKB untuk Pemilu 2029, bukan hasil yang telah dicapai. Realisasinya akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk kerja organisasi, dukungan pemilih, dan hasil pemungutan suara.

Konsolidasi Menjadi Pekerjaan Berikutnya
Pengukuhan pengurus DPC PKB Bondowoso menandai dimulainya tahapan kerja organisasi yang lebih terarah menuju Pemilu 2029. Tantangan berikutnya adalah memastikan struktur yang telah dibentuk mampu menjalankan program, menjaga koordinasi antartingkatan, serta membangun komunikasi dengan masyarakat.

Target 24 kursi yang disampaikan jajaran PKB kini menjadi tolok ukur internal bagi kerja politik partai dalam beberapa tahun mendatang. Perkembangan pencapaian target tersebut akan terlihat melalui langkah konsolidasi dan program kerja yang dijalankan hingga pelaksanaan Pemilu 2029.

ilustrasi-stop-pungli

Usai Dikukuhkan Jadi Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir Bidik 24 Kursi pada Pemilu 2029

1784696982808

BONDOWOSO – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, memasang target untuk Pemilu 2029.

Usai dikukuhkan sebagai ketua DPC, ia menargetkan peningkatan perolehan kursi PKB di parlemen daerah hingga 24 kursi.
Target tersebut bukan sekadar ambisi politik. Ahmad Dhafir menilai, penguatan soliditas organisasi, pembenahan struktur kepengurusan, serta evaluasi berkelanjutan menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi legislatif.

Menurutnya, setiap ketua partai tentu memiliki keinginan agar partai yang dipimpinnya meraih hasil maksimal dalam pemilu.

“Semua ketua partai tentu punya cita-cita dan niat yang sama. Aneh kalau ada ketua partai yang justru ingin partainya kalah,” ujarnya.

Ahmad Dhafir menjelaskan, target penambahan kursi PKB di Bondowoso didasarkan pada perjalanan perolehan kursi partai tersebut dari pemilu ke pemilu. Ia menyebut, PKB pernah memperoleh 28 kursi pada awal berdirinya, kemudian meraih 23 kursi pada 2004, dan kini memiliki 16 kursi.

“Kalau melihat sejarahnya, PKB pernah memiliki 28 kursi, kemudian 23 kursi pada 2004, dan sekarang 16 kursi. Artinya, masih ada kursi yang harus kita perjuangkan kembali,” katanya.

Ia menegaskan, target politik tersebut tidak boleh berhenti pada pernyataan atau sekadar angan-angan. Menurutnya, pencapaian target harus ditopang evaluasi, kajian, serta pembenahan organisasi yang dilakukan secara konsisten.

Struktur Diperkuat, Soliditas Jadi Modal
Ahmad Dhafir mengklaim, kondisi internal PKB Bondowoso saat ini semakin solid. Ia menilai, susunan kepengurusan yang baru lebih tertata dan memiliki komposisi yang lebih kuat dibandingkan kepengurusan sebelumnya.

Ia menggambarkan, kepengurusan DPC pada periode sebelumnya berjumlah kurang dari 40 orang. Sementara itu, kepengurusan saat ini melibatkan lebih dari 70 orang di tingkat DPC, belum termasuk struktur di tingkat bawah.

“Soliditas dan kekompakan teman-teman sekarang jauh lebih baik. Pengurus DPC saja sudah lebih dari 70 orang, belum termasuk pengurus PAC hingga ranting,” ungkapnya.

1791899701721

Menurut Ahmad Dhafir, penguatan struktur tersebut merupakan bagian dari proses pembenahan organisasi yang telah dilakukan secara bertahap sejak 2014, kemudian berlanjut pada 2019 dan 2024.

Dengan jaringan kepengurusan hingga tingkat bawah, PKB diharapkan memiliki mesin organisasi yang lebih efektif untuk memperluas jangkauan politik, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, dan meningkatkan dukungan pemilih.

Tantangan Pemilih Gen Z dan Milenial
Meski demikian, target 24 kursi pada Pemilu 2029 menghadirkan tantangan tersendiri.

Salah satunya adalah bagaimana PKB menjangkau pemilih muda, terutama Generasi Z dan generasi milenial, yang akan menjadi bagian penting dalam peta pemilih pada pemilu mendatang.

Dalam pertanyaan yang diajukan kepada Ahmad Dhafir, muncul sorotan mengenai persepsi sebagian masyarakat yang menganggap PKB belum cukup dekat dengan kalangan muda.

Tantangannya bukan hanya memperkuat struktur partai, melainkan juga membangun komunikasi politik yang relevan dengan kebutuhan dan aspirasi generasi muda.

PKB perlu menunjukkan ruang partisipasi yang nyata bagi anak muda, membuka kesempatan bagi kader muda untuk tampil, serta menghadirkan program dan gagasan yang menjawab persoalan mereka, mulai dari lapangan kerja, pendidikan, kewirausahaan hingga akses terhadap peluang ekonomi.

Pendekatan tersebut menjadi penting agar target penambahan kursi tidak hanya bertumpu pada kekuatan struktur organisasi, tetapi juga pada kemampuan partai membangun kepercayaan publik.

Dengan target 24 kursi, Ahmad Dhafir kini menghadapi pekerjaan besar untuk menerjemahkan konsolidasi internal menjadi dukungan elektoral. Soliditas kepengurusan menjadi modal awal, sedangkan keberhasilan merangkul pemilih muda dan menjaga kedekatan dengan masyarakat akan menjadi ujian berikutnya bagi PKB Bondowoso menuju Pemilu 2029.

ilustrasi-stop-pungli

Bupati Bondowoso Sebut PKB Punya Saham Terbesar di Pemerintahan Bondowoso, Ahmad Dhafir: Itu Tanggung Jawab Besar

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Pernyataan Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, yang menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memiliki saham terbesar dalam pemerintahan Kabupaten Bondowoso, menjadi penegasan pentingnya kolaborasi politik dalam menjalankan pemerintahan.

Pernyataan itu mengemuka saat Bupati Hamid Wahid berbicara mengenai kontribusi partai politik dalam pemerintahan daerah.

Ia menyebut PKB sebagai salah satu kekuatan politik dengan kontribusi kursi terbesar, sehingga diharapkan turut mengambil peran dalam mewujudkan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ada PKB ,ada Golkar, dan PKB kursinya terbanyak kan,”jawab bupati saat ditanya awak media.

Bupati menegaskan, fokus utama seluruh elemen politik semestinya bukan pada besarnya pengaruh dalam pemerintahan, melainkan pada kemampuan bekerja bersama untuk melayani rakyat.

“Kita berharap mari kita fokus bersama-sama berkolaborasi melayani rakyat, menjadi telinga yang mendengarkan keluhan dan permasalahan rakyat, menjadi pikiran yang memikirkan permasalahan rakyat, dan kemudian menjadi tangan yang tentu dengan posisi dan level masing-masing melakukan sesuatu untuk rakyat,” ujar Hamid Wahid usai pengukuhan pengurus DPC PKB di Graha NU,Sabtu ,17/10/2026.

Bupati Buka Ruang Kritik Konstruktif

Sementara itu, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik. Ia memandang kritik sebagai bagian penting dalam memperbaiki kualitas penyelenggaraan pemerintahan, selama disampaikan secara konstruktif.

“Kritik itu sehat, sekali lagi kritik itu konstruktif,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya ruang evaluasi terhadap kebijakan dan pelaksanaan program pemerintah. Kritik yang disertai masukan dan solusi dapat menjadi bahan perbaikan agar kebijakan daerah semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi masyarakat Bondowoso, ukuran kolaborasi pemerintah dan partai politik bukan semata-mata komposisi kursi atau besarnya pengaruh dalam pemerintahan, melainkan hasil kerja yang dapat dirasakan secara nyata, mulai dari pelayanan publik, penyelesaian persoalan warga, hingga pemerataan pembangunan.
Sebab, kekuatan politik baru memiliki arti ketika mampu menjawab kebutuhan rakyat.

1791899701721

Ahmad Dhafir: Saham Terbesar Berarti Tanggung Jawab Terbesar

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, memberikan penekanan berbeda terhadap makna saham terbesar dalam pemerintahan.

Menurutnya, posisi politik yang kuat harus diikuti tanggung jawab yang lebih besar, bukan justru menjadi alasan untuk berpuas diri.

“Makna saham terbesar itu sebenarnya punya tanggung jawab yang paling besar. Jangan kemudian bisa disampaikan oleh Bupati PKB punya saham terbesar, kami tidak boleh bertepuk dada,” kata Dhafir.

Ia menegaskan, kemenangan politik tidak boleh berhenti pada keberhasilan memperoleh dukungan atau menduduki posisi strategis. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah sejauh mana kekuatan politik tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Dhafir, besarnya perolehan kursi PKB di parlemen menjadi amanah yang harus diterjemahkan menjadi kerja nyata. Ia mengingatkan bahwa tujuan akhir perjuangan politik adalah kesejahteraan rakyat, bukan sekadar mempertahankan atau memperbesar pengaruh partai.

“Untuk apa menang? Tentu muaranya pada kesejahteraan rakyat. Maknanya adalah PKB punya tanggung jawab yang besar, di situ intinya,” tegasnya.

Efisiensi Anggaran Menuntut Kolaborasi
Dhafir juga menyoroti tantangan efisiensi anggaran yang dirasakan di berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga desa.

Namun, bagi Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, istilah tersebut bukan alasan untuk berbangga diri, melainkan pengingat atas besarnya tanggung jawab kepada masyarakat.

Pada akhirnya, pernyataan Bupati Hamid Wahid dan respons Ahmad Dhafir bertemu pada satu pesan utama: besarnya kekuatan politik harus sejalan dengan besarnya tanggung jawab kepada rakyat

ilustrasi-stop-pungli

Sempat Terancam Ditiadakan, Marching Band ,SDN Kutakulon 1 Kini Buktikan Dapat Dukungan Pemkab dan DPRD Bondowoso

1784696982808

BONDOWOSO, TAPALKUDA POST – Harapan siswa dan orang tua agar kegiatan ekstrakurikuler marching band tetap berjalan kini mendapat sinyal positif. Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso menguat seiring keberangkatan Group Marching Band SDN Kutakulon 1 untuk mengikuti Ijen Marching Festival (IMF) IV di Kabupaten Banyuwangi.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajatd S.Sos., sempat mengecam rencana peniadaan ekstrakurikuler marching band di sekolah. Persoalan tersebut menjadi perhatian karena kegiatan marching band tidak hanya mengasah kemampuan bermusik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan kepercayaan diri siswa.

Kini, keberangkatan kontingen SDN Kutakulon 1 ke ajang kompetisi tersebut menjadi momentum penting bagi keberlanjutan kegiatan sekaligus pembuktian bahwa potensi siswa perlu mendapat ruang untuk berkembang.

Pelepasan kontingen berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Pemkab Bondowoso, Jumat (16/10/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran pemerintah daerah dan pimpinan DPRD sebagai bentuk dukungan terhadap siswa yang akan berlaga membawa nama Kabupaten Bondowoso.

Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajat, menyampaikan kebanggaannya terhadap para siswa yang akan mengikuti kompetisi. Ia berharap kontingen Bondowoso mampu menunjukkan penampilan terbaik dan membawa pulang prestasi membanggakan.

“Ya, dalam hal ini kami menyampaikan rasa bangga. Bismillah, semoga anak-anak kita meraih hasil terbaik di Kabupaten Banyuwangi nanti, membawa nama baik Bondowoso dan pulang sebagai juara. Intinya, yang terbaik untuk Kabupaten Bondowoso,” ujar Sinung.

Ia menegaskan, para peserta harus memahami bahwa keikutsertaan mereka kali ini bukan semata-mata membawa nama sekolah, melainkan juga mewakili masyarakat Kabupaten Bondowoso.

Menurut Sinung, Ketua DPRD Bondowoso juga telah menekankan pentingnya menjaga nama baik daerah selama mengikuti kompetisi. Semangat tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh anggota tim untuk tampil maksimal, menjunjung sportivitas, dan menjaga kekompakan.

“Seperti yang ditekankan oleh Bapak Ketua DPRD, mereka bukan lagi hanya mewakili SDN Kutakulon 1, tetapi juga Kabupaten Bondowoso,” katanya.

1791899701721

Selain kontingen SDN Kutakulon 1, Sinung menyebut siswa dari SDN Dabasah 1 juga akan berpartisipasi dalam salah satu agenda, yakni street parade. Sementara itu, Marching Band SDN Kutakulon 1 dijadwalkan mengikuti seluruh kategori yang diikuti timnya dalam festival tersebut.

Sinung pun mengajak masyarakat Bondowoso untuk memberikan doa dan dukungan kepada para peserta. Menurutnya, dukungan bersama menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk menghadapi kompetisi dan memberikan hasil terbaik.

“Sebagai warga Bondowoso, mari kita mendoakan semoga anak-anak kita meraih kesuksesan dan membawa nama baik Kabupaten Bondowoso,” tuturnya.

Dukungan Jangan Berhenti pada Pelepasan

Menguatnya dukungan pemerintah daerah dan DPRD terhadap kontingen marching band menjadi sinyal positif bagi siswa dan orang tua yang menginginkan kegiatan ekstrakurikuler tersebut tetap mendapat tempat di sekolah.

Namun, dukungan saat pemberangkatan perlu diikuti perhatian berkelanjutan terhadap pembinaan siswa, keberlangsungan kegiatan ekstrakurikuler, serta ketersediaan sarana dan kesempatan berlatih.

Sebab, marching band bukan sekadar pertunjukan musik atau perlombaan untuk mengejar piala. Di dalamnya terdapat proses panjang yang menuntut latihan rutin, kedisiplinan, kerja sama, serta dukungan dari sekolah, orang tua, dan pemangku kebijakan.

Keikutsertaan dalam Ijen Marching Festival IV pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang mengejar gelar juara, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pengembangan bakat dan prestasi pelajar di Bondowoso.

Kini, harapan siswa dan orang tua tertuju pada keberlanjutan pembinaan marching band. Prestasi di Banyuwangi tentu menjadi kebanggaan, tetapi kepastian bahwa anak-anak tetap memiliki ruang untuk berkarya dan mengembangkan potensi di sekolah juga tidak kalah penting.

ilustrasi-stop-pungli
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih